Hosting Unlimited Indonesia

Info Kesehatan

Diet

Kolesterol

Latest Updates

Redakan Batuk dengan Cokelat

08:00:00

Cuaca tak menentu membuat Anda lebih mudah terserang batuk? Mungkin inilah saatnya untuk menyingkirkan sejenak secangir teh hangat dan menggantinya dengan cokelat. Para ahli mengungkapkan, cokelat bisa menjadi metode baru redakan flu.
"Cokelat bisa menenangkan batuk," kata Profesor Alyn Morice, kepala penelitian kardiovaskular dan pernapasan di University of Hull sekaligus anggota International Society for the Study of Cough kepadaDaily Mail. "
Saya tahu mungkin ini terdengar seperti bercanda, tetapi sebagai dokter independen yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meneliti mekanisme batuk, saya dapat meyakinkan Anda bukti yang sebenarnya."
Morice merujuk pada sebuah studi baru di Eropa tentang obat pereda batuk. Pasien dengan penyakit batuk yang mengambil obat dengan kandungan cokelat ditemukan mengalami kesembuhan yang signifikan dan tidur lebih nyenyak dalam waktu dua hari dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi obat batuk standar.
Morice menambahkan, para peneliti di London Imperial College menemukan bahwa kandungan theobromine pada coklat mampu menekan batuk lebih baik dari kodein, bahan umum yang terdapat dalam obat batuk.
Mengapa cokelat bisa bekerja sebaik itu? Para peneliti mengklaim, biji cokelat memiliki sifat yang mampu menawar rasa sakit, yang berarti mengurangi peradangan atau iritasi.
Pada dasarnya, tekstur cokelat juga lebih lengket daripada sirup obat batuk biasa, sehingga dinilai lebih baik dalam melindungi ujung saraf di tenggorokan yang memicu dorongan untuk batuk.
"Dengan begitu, minum cokelat panas tidak akan memiliki efek yang sama, sebab cokelat tidak bersentuhan langsung dengan tenggorokan dan membentuk lapisan pelindung," Morice menerangkan. "Mengisap sepotong cokelat secara perlahan bisa membantu Anda meredakan batuk, namun pastikan tidak mengandung banyak gula."

Sumber : kompas.com

Sarapan Donat Bisa Memicu Stres

07:00:00

Ketenangan pikiran bisa dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya pilihan makanan saat sarapan.
Kebanyakan orang tidak ambil pusing tentang apa yang harus mereka makan untuk sarapan, kata Shanna Levine, MD, ahli penyakit dalam di Mount Sinai School of Medicine. Padahal, sarapan tak hanya berfungsi untuk memberikan energi bagi tubuh, tetapi juga pikiran.
Saat sedang bergegas ke kantor atau menghadiri rapat, Anda berpikir donat bisa menjadi pilihan cepat. Sayangnya, itu bukanlah pilihan tepat.
“Donat hanya mengandung karbohidrat sederhana yang dipenuhi oleh gula. Jika bahan bakar utama yang didapat tubuh di pagi hari adalah karbohidrat sederhana, itu bukanlah sumber energi yang efisien," katanya.
"Anda justru akan merasa lebih lapar setelahnya karena donat sangat mudah dicerna. Kandungan gula yang tinggi, membuat tubuh bekerja ekstra untuk mengolahnya, sehingga Anda juga akan merasa lelah lebih cepat”
Padahal, lanjutnya, jika Anda tidak memiliki cukup energi untuk melewati hari yang penuh tantangan fisik maupun pikiran, akan sangat sulit untuk menjaga pola pikir yang sehat. Sehingga, Anda lebih mudah tersulut emosi, stres, bahkan depresi.
Cara mengatasinya, pilih sarapan yang tinggi protein dan lemak sehat untuk memulai hari yang padat, Levine merekomendasikan.
Segelas Smoothie buah-buahan tanpa gula atau sandwich gandum dengan telur dan alpukat, akan membuat tubuh serta pikiran sama-sama sehat.

Sumber : kompas.com

Kebanyakan "Selfie" Merusak Kualitas Hubungan Asmara

19:00:00

Mungkin Anda pernah sebal melihat teman di media sosial yang terus-menerus posting foto hubungan asmara yang tampaknya sempurna. Padahal, keranjingan selfie ternyata bisa merusak hubungan percintaan.
Peneliti di Amerika Serikat mencoba mencari tahu bagaimana swafoto memengaruhi persepsi terhadap diri sendiri dan kualitas hubungan asmara meraka.
Tim periset di belakang studi awal berjudul "The Online Ideal Persona vs the Jeaslousy Effect" menemukan bahwa semakin sering melakukanselfie, mereka semakin cenderung memandang hubungan percintaan "berkualitas rendah".
Mereka menyebutnya rendah karena ada kecemburuan yang berakar dari komen-komen soal foto selfie itu. Juga ada penciptaan "persona ideal di dunia maya" yang berbeda dengan dunia nyata.
Penemuan mereka itu melanjutkan studi sebelumnya yang dilakukan oleh tim yang juga dari Boston University. Mereka menemukan bahwa orang yang cenderung narsis mengambil swafoto lebih banyak. Foto-foto itu juga meningkatkan perasaan diri yang penting.
Untuk mendapatkan kesimpulan itu, periset dari Boston University dan Pontifical Catholic University, Cile, menyurvei 314 orang usia 18-65 tahun dan menyurvei lagi setahun kemudian.
Responden diminta menetapkan skala satu sampai lima dari pertanyaan yang meliputi "saya suka menjadi pusat perhatian", "saya tak pernah puas sampai mendapat yang pantas didapatkan", dan "saya suka melihat diri di cermin'.
Periset pun menanyakan peserta soal seberapa sering mereka mengambil dan membagi foto diri mereka di media sosial.

Sumber : kompas.com

7 Cara Alami Redakan Stres

18:00:00

Jangan biarkan stres terus menguasai pikiran Anda. Tingginya kadar hormon kortisol saat stres tak hanya bisa mengganggu kesehatan mental, tetapi juga fisik.
Untuk mengatasi stres, sebenarnya tidak perlu minum obat khusus. Banyak cara alami yang bisa dicoba untuk meredakan stres, seperti dipaparkan di Boldsky.com berikut ini.
1. Tidur yang cukup
Sejumlah penelitian menemukan, orang-orang yang tidurnya kurang memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi dibanding mereka yang bisa tidur 8 jam per hari. Untuk menghidari stres berlanjut, mulailah dengan tidur yang cukup dan teratur.
2. Meditasi
Meditasi telah terbukti ampuh menenangkan jiwa sehingga menurunkan kadar kortisol. Banyak orang yang membiasakan diri dengan meditasi untuk mencegah maupun mengatasi stres.
3. Minum teh hitam
Konsumsi teh hitam dipercaya dapat menurunkan kadar kortisol yang menyebabkan stres. Minuman yang sudah ada sejak zaman dahulu ini dapat menenangkan pikiran secara alami. Ketika stres, cobalah duduk santai sambil minum secangkir teh hitam yang hangat.
4. Minum air putih
Tanpa disadari, tingginya kadar kortisol juga bisa disebabkan oleh kurangnya cairan tubuh atau dehidrasi. Tubuh juga menjadi lebih lelah dan berkurangnya aliran darah ke sejumlah organ tubuh. Jangan lupakan kebiasaan minum air putih yang cukup agar tidak mudah stres.
5. Konsumsi makanan sehat
Sejumlah makanan tertentu yang sehat dipercaya dapat menurunkan kadar stres. Contohnya, cokelat hitam, salmon, dan buah-buahan.
Biasakan makanan sehat bergizi seimbang dan tinggalkan junk food. Kandungan nutrisi di dalam makanan tersebut berperan dalam mengurangi kadar kortisol.
6. Makan permen karet
Mungkin banyak orang sudah jarang makan permen karet. Beberapa studi mengungkapkan, makan permen karet membantu mengurangi stres. Penelitian menemukan, rasa permen karet dapat meningkatkan aktivitas saraf dan efektif mengurangi tingkat stres.
7. Olahraga
Tak dapat dipungkiri, olahraga dapat menurunkan stres karena memicu pelepasan hormon bahagia. Olahraga teratur membantu seseorang melupakan sesuatu hal yang membuat stres.
Sumber : kompas.com

Suka Makan Cokelat? Ini Manfaatnya

08:00:00


Cokelat banyak disukai karena kelezatannya, baik dalam bentuk makanan atau dijadikan minuman. Di balik nikmatnya cokelat, ternyata ada banyak manfaatnya bagi kesehatan. 

Peneliti dari Brown University telah memperkuat temuan yang menyatakan senyawa dalam kakao baik untuk kesehatan sistem kardiovaskular.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition telah menganalisis 1.100 orang yang diminta konsumsi cokelat.
Mereka ingin mengetahui apakah cokelat yang mengandung senyawa flavanols dapat menjaga kadar Kolesterol, meningkatkan sensitivitas terhadap insulin dan hormon yang mengontrol kadar gula darah.

"Kami menemukan bahwa asupan coklat flavanol dapat mengurangi dislipidemia (peningkatan trigliserida), resistensi insulin, dan peradangan sistemik. Semua itu adalah faktor risiko penyakit kardiometabolik," ujar Direktur Center for Global Cardiometabolic Health di Brown University, Dr. Simin Liu.

Manfaat tersebut bisa didapatkan jika sehari-hari konsumsi sebatang cokelat maupun minuman yang terbuat dari bubuk kakao hitam.
Namun, penulis utama, Xiaochen Lin mengingatkan untuk tidak terlalu banyak konsumsi produk cokelat berupa permen atau cokelat putih, karena mengandung gula lebih tinggi dibanding cokelat hitam.
Meski rasanya lebih pahit, cokelat hitam atau dark cokelat adalah pilihan yang tepat untuk para pencinta cokelat agar mendapatkan manfaat sehat.
Manfaat kakao, khususnya dalam cokelat hitam sudah banyak ditemukan para peneliti. Selain untuk kesehatan jantung, makan cokelat hitam juga dipercaya membantu penurunan tekanan darah, bahkan penurunan berat badan.

Sumber : kompas.com

Hindari Minum Kopi dalam Kondisi Ini

07:00:00

Minum kopi memang bermanfaat bagi kesehatan berdasarkan sejumlah penelitian. Namun, waktu yang salah saat meminum kopi justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Waktu yang tidak tepat untuk minum kopi adalah saat kondisi perut kosong. Sering kali seseorang yang terburu-buru di pagi hari hanya minum secangkir kopi sebelum bekerja, tanpa sarapan sebelumnya. 
 
Siang hari, ketika sangat sibuk atau malas makan, waktu makan siang terkadang juga diisi dengan hanya minum secangkir kopi. Perlu diingat, minum kopi sebelum konsumsi makanan apa pun bisa berefek buruk bagi kesehatan.

Minum kopi saat perut kosong bisa meningkatkan keasaman di lambung. Tingginya asam lambung akan menimbulkan rasa mulas dan gangguan pencernaan lainnya sepanjang hari. Dalam kasus yang lebih parah, bisa memicu maag, sindrom iritasi usus, dan gangguan refluks asam.
Menurut American Chemical Society, minum kopi saat perut kosong merupakan musuh bagi saluran cerna. Kopi yang mengandung kafein bersifat diuretik yang dapat menyebabkan dehidrasi, hingga sembelit.
Kafein juga dapat memicu stres dan rasa cemas. Hal ini terjadi karena kafein di pagi hari sebelum sarapan, dapat menghambat produksi serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter yang berkaitan dengan rasa senang, bahagia, atau kesejahteraan.
Itulah mengapa jika minum kopi saat perut belum terisi makanan apapun bisa mengubah suasana hati Anda seketika.
Jadi, efek buruk minum kopi bukan hanya karena minum terlalu banyak, tapi sedikit saja jika itu dalam kondisi perut kosong juga merugikan kesehatan


Sumber :kompas.com

Kecerdasan Anak Diwariskan dari Gen Ibu?

20:44:00

Bila ingin memiliki anak-anak yang cerdas, mungkin para pria sebaiknya mencari istri yang juga cerdas. Menurut para ahli, tingkat kecerdasan anak sangat dipengaruhi oleh pihak ibu.

Paling tidak ada dua penelitian yang menyimpulkan hal tersebut. Pertama adalah hasil studi yang dipublikasikan di Psychology Spot. Disebutkan bahwa setiap gen dalam tubuh manusia memiliki sumber yang berbeda.  

Gen kecerdasan berasal dari kromosom X, sementara para ibu memiliki dua kromosom X, ini berarti seorang anak kemungkinannya lebih besar mendapat kecerdasannya dari ibu.

Bahkan walau pihak ayah mewariskan gen kecerdasannya, maka kesempatan itu sangat kecil karena gen cerdas itu gugur dan tidak aktif.

Bukti lain diungkapkan oleh The Medical Research Council Social and Public Health Sciences Unit di AS pada tahun 1994 silam dan mempelajari 12.686 responden berusia 14 hingga 22 tahun.

Fokus studi tersebut adalah IQ anak, ras, edukasi, dan status sosial ekonomi. Hasilnya, gen cerdas pada anak diturunkan dari pihak ibu.

Psikolog Nadya Prameswari mengatakan, intelegensi anak memang lebih dominan diturunkan dari ibu. Walau begitu, ada dua aspek yang menunjang kecerdasan anak, yaitu nature dan nurture.

"Faktor genetik atau potensi yang dimiliki anak termasuk dalam aspek nature. Sedangkan nurture merupakan pola asuh orangtua yang menstimulasi kecerdasan anak," kata psikolog dari Rumah Dandelion ini.

Nadya mengatakan, walau secara genetik anak memiliki potensi kecerdasan yang besar, tapi jika tidak dikembangkan dengan benar maka hasilnya akan tetap biasa-biasa saja.

Aspek nurture tersebut juga meliputi pada lingkungan rumah, sekolah, dan juga nutrisi yang diberikan pada anak, terutama di periode emas pertumbuhannya. 

sumber : kompas.com

Mengapa Pria Tidak Boleh Menaruh Ponsel di Saku Celana?

10:00:00

 Menyimpan ponsel di saku celana memang sangat praktis. Namun, bagi pria, disarankan menghindari kebiasaan menyimpan ponsel di saku depan celana.
Dalam sejumlah studi, paparan radiasi jangka panjang dari ponsel yang diletakkan dekat alat kelamin pria dapat merusak sperma. Salah satunya adalah menurunkan jumlah sperma. Ini tentu perlu dihindari pria yang masih ingin menjadi ayah.
Dalam penelitian lainnya, bahkan disebut radiasi ponsel bisa merusak DNA sperma. Setidaknya ada 10 studi yang dikaji dan diteliti 1.492 sampel sperma manusia. Akan tetapi, penelitian itu masih menjadi perdebatan. Sebab, hingga saat ini belum ada yang bisa membuktikan bagaimana paparan radiasi akhirnya dapat merusak kualitas sperma.
Bahaya radiasi ponsel bagi kesehatan sudah sejak lama menjadi perdebatan para ahli. Ada sejumlah bukti yang menungkap bahayanya, walau risikonya sangat kecil.
Dokter Joel Moskowitz, ahli kesehatan masyarakat UC Berkeley, mengatakan, penelitian ini dapat membuka mata dunia mengenai bahaya radiasi ponsel yang saat ini masih terus diteliti.
Pada tahun 2011, radiasi ponsel bahkan masuk daftar yang dicurigai bersifat karsinogen 2B atau dapat menyebabkan kanker oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Meski masih menjadi perdebatan, para ahli menyarankan pria untuk tidak memelihara kebiasaan menyimpan ponsel di saku celana, apalagi membawanya saat tidur. Lebih baik simpan ponsel di dalam tas saja. 

Sumber : kompas.com

Dampak Buruk Ponsel bagi Remaja dan Cara Mengatasinya

07:00:00


Hampir semua remaja saat ini menggunakan telepon selular (ponsel) atau smartphone. Memakai ponsel bisa bermanfaat, tetapi juga bisa berdampak negatif jika digunakan berlebihan.

Sebuah survei pun dilakukan oleh the Headmasters' and Headmistresses' Conference (HMC) yang bermitra dengan Digital Awarness UK (DAUK). Survei dilakukan terhadap 2.750 remaja berusia 11-18 tahun.

Hasilnya, sebanyak 45 persen remaja mengaku mengecek ponsel mereka sebelum tidur malam. Namun, 32 persen orangtua ternyata tidak menyadari kebiasaan anaknya itu.
Survei juga menunjukkan, 68 persen remaja yang sering menggunakan ponsel sebelum tidur, mengalami masalah belajar di sekoah.

Pendiri Digital Awarness UK, Charlotte Robertson mengatakan, banyak anak muda yang didorong oleh rasa kecemasan jika tidak terhubung dengan ponsel mereka. Sebanyak 10 persen anak-anak merasa tertekan atau gelisah jika tidak mengecek ponsel sebelum tidur.

Dalam survei ini, memang 94 persen remaja mengecek media sosial mereka pergi ke tempat tidur. Mereka mengaku penasaran dengan apa yang terjadi jika tidak memeriksa media sosial. 

"Platform seperti Whatsapp, Snapchat, dan YouTube menurut saya penyebab terbesar yang membuat mereka menggunakan ponsel sepanjang malam," ujar Charlotte.

Survei juga membuktikan, 42 persen menyimpan ponsel di samping tempat tidur pada malam hari. Setengah di antaranya bahkan bisa mengecek ponsel 10 kali setiap malam. Akibatnya, mereka mengaku merasa lelah keesokan harinya. Barangkali karena kualitas tidur terganggu.

"Sebagai guru kita melihat efek dari penggunaan ponsel setiap hari," ujar Ketua HMC dan juga Kepala Sekolah Ashford, Mike Buchanan.

Menurut dia, para siswa-siswi yang sering menggunakan ponsel pun menjadi sulit berkonsentrasi saat belajar. Mereka menyarankan orangtua untuk membatasi penggunaan ponsel.

Digital Awareness pun memberikan 10 tips sehat menggunakan digital.

1. Jangan menggunakan ponsel selama 90 menit sebelum tidur.

2. Nonaktifkan ponsel di malam hari, atau setidaknya mematikan sinyal ponsel dengan mengaktifkan 'mode pesawat'.

3. Hindari paparan sinar biru dari ponsel yang dapat mengganggu tidur. Paparan sinar di layar ponsel bisa diatur agar tidak terlalu terang.

4. Cobalah hentikan kebiasaan atau keinginan terus menerus memeriksa ponsel.

5. Jangan letakkan ponsel di tempat tidur Anda, atau bahkan di bawah bantal.

6. Bisa juga menggunakan aplikasi yang dapat mencatat berapa banyak waktu yang telah dihabiskan untuk menggunakan ponsel.

7. Cobalah detoks digital, yaitu gunakan beberapa hari tanpa mengecek ponsel. Misalnya, pada waktu libur.

8. Fokuskan diri pada rutinitas lain, seperti membaca buku dan meditasi.

9. Pikir lagi seberapa penting Anda membuka ponsel sebelum tidur.

10. Setiap kali merasa penggunaan ponsel telah berdampak negatif, sadarkan diri Anda dan lakukan tips 1 sampai 9 tersebut.


Sumber : Kompas.com

Kurangi Efek Radiasi Ponsel dengan 7 Cara Ini

18:00:00
Apakah pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker,  telah membuat Anda berpikir dua kali untuk menggunakannya?
Tentu saja, pernyataan WHO itu sangat mengkhawatirkan karena benda yang begitu akrab dengan keseharian kita, ternyata dapat memicu risiko kanker otak. Tapi kabar baiknya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir efek radiasi ponsel terhadap kesehatan kita.

1. Menggunakan headset.
Headset memancarkan radiasi jauh lebih sedikit daripada ponsel, begitulah menurut Environmental Working Group (EWG). Headset juga membuat ponsel jauh dari kepala Anda. Semakin jauh Anda dari sumber radiasi, semakin sedikit efek merusak yang dirasakan tubuh Anda.

2.  Kirim pesan.
Ponsel menggunakan lebih sedikit energi dan artinya memancarkan lebih sedikit radiasi ketika Anda berkirim pesan, dibanding ketika Anda bertelepon, menurut EWG. Selain itu, berkirim pesan juga menjauhkan otak Anda dari sumber radiasi.

3. Hanya untuk panggilan penting.
Gunakan fasilitas telepon hanya untuk panggilan atau pemberitahuan penting, dan buatlah percakapan sesingkat mungkin. Ini untuk meminimalkan kontak sumber radiasi dengan otak.

4.  Perhatikan indikasi sinyal.
Saat indikator rendah, ponsel harus bekerja lebih keras mencari jaringan koneksi yang lebih baik. Ini akan mengakibatkan pancaran radiasi yang lebih tinggi. Jadi, jika indikator sinyal nampak kurang bagus, tunda dulu kegiatan bertelepon dan jauhkan ponsel dari kepala Anda.

5. Jauhkan ponsel dari telinga Anda saat menunggu  panggilan Anda tersambung.
Ketika Anda berbicara, jauhkan ponsel dari telinga, dekatkan ke mulut. Bawa ponsel ke dekat telinga hanya ketika Anda sedang mendengarkan orang lain bicara.
"Tingkat radiasi ponsel, lebih rendah ketika dalam posisi menerima sinyal dibanding ketika mengirimkan sinyal," kata Lin Zhong, asisten profesor teknik listrik dan komputer di Rice University di Houston.

6. Jangan bertelepon di dalam mobil atau lift.
Selain bisa menyebabkan kecelakaan, ponsel membutuhkan energi yang lebih besar untuk mendapatkan sinyal di dalam ruang logam yang tertutup. Bahayanya, ini mengakibatkan pancaran radiasi semakin besar.

7. Sedapat mungkin, larang anak menggunakan ponsel.
Hati-hati, otak anak menyerap radiasi dua kali lebih besar dibanding orang dewasa, menurut EWG. Menurut koran New York Times, pemerintah Inggris, Prancis, Jerman dan Rusia sudah mengeluarkan peraturan yang melarang anak-anak menggunakan ponsel.

Sumber : kompas.com


 
Copyright © INFO KESEHATAN. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates